Senja Bulan September

aroma senja bulan September datang menerpa
datang bersama angin kering dan dedaunan kuning
debu dan rindu sama menggebu
di jalanan, di halaman
pada musim yang setia bergilir
ku titipkan salam sehangat matahari sore bergulir
ku haturkan sayang yang berbulir-bulir
pada apa yang mereka percaya ini kemarau
lalu doa dipanjatkan hingga parau
di kapela, di surau
aku selipkan rindu untuk engkau
senja September yang datang bersama ombak setinggi tinggi
menepikan bayangmu di pemecah ombak yang persegi
di dermaga kau ada lagi
horizon warna pelangi
ah, senja bulan September.
musim punya pergantian
manusia punya penantian.


Ende, September 2013

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *