Liburan Nyaman, Kehamilan pun Aman

Waktu positif hamil saya langsung melakukan tes USG untuk memastikan letak janin. Dokter Spesialis Obgyn (DSOG) saya mengatakan hasil usgnya aman, kantong kehamilannya sudah tampak dan terletak di Rahim. Oke deh saya pun anteng.

Memasuki bulan kedua mual muntah saya tidak karu karuan, kenapa ya bawaan hamil kali ini parah. Saat mau cek kondisi kehamilan dan minta surat layak terbang aja, in case ditanya sama maskapai karena mau pulang dari Labuan Bajo ke Ende memanfaatkan libur Natal. Saat itulah terpampang ada 2 kantung dan 2 janin.

Sampai DSOGnya ulang-ulang klik sana sini. “wah kembar ini!”

Deg. Respon pertama saya waktu itu aneh “coba cek lagi baik-baik dok, mungkin placenta”

Masih tidak percaya, kembar? Me? Ngurus waktu anak pertama masih bayi saja sudah jatuh bangun, ini ngurus dua sekaligus. Masya Allah…

Terjawab sudah saat itu kenapa hamil kali ini mual muntah, DSOGnya menjelaskan karena kembar tubuh bekerja lebih ekstra, semua hormone dalam tubuh pun meningkat, produksi asam lambung juga meningkat. Segala bau-bauan langsung memicu mual muntah. Makan apapun dikeluarin lagi. Sampai puncaknya berujung masuk UGD dan dirawatinapkan karena mulai dehidrasi. DSOG yang kebetulan kenal karena mitra kerjaan sabar nasehatin dan kasih sugesti positif.

Long story short, masuk trimester kedua, badai HEG alias Hyper Emesis Gravidarum itu mereda. Saya sudah bisa makan dengan selera, lemah lunglai pun berkurang walau hidung masih sensitive. Di bulan ke 5 saya mengambil cuti dan memutuskan liburan. Babymoon whatsovoer. Tidak jauh-jauh juga karena masih memikirkan kantong untuk persiapan lahiran. Hahaa. Kami ke Bali. Bersama suami dan anak. Melepas jenuh saat jatuh bangun di trimester satu dan persiapan kalau sudah punya babys bakalan sibuk, quality time sama si sulung berkurang dan akan merindukan piknik. huhuhuu

Nah ada tips tips traveling aman bagi bumil;

Periksakan kehamilanmu menjelang berangkat

Ini penting karena ibu hamil adalah kelompok beresiko tinggi terhadap apapun. Pemeriksaan fisik dan USG diperlukan untuk mengecek kondisi ibu dan janin. Jika DSOG mengatakan aman untuk bepergian maka lanjutkan, jika tidak aman jangan dipaksakan. Nyawa ibu bayi lebih penting dari sekedar jalan jalan

Nah pemeriksaan ini juga biasanya DSOG meresepkan obat anti kontraksi atau obat penguat kandungan, biasanya sih untuk perjalanan dengan pesawat atau moda transportasi lain yang memicu kontraksi Rahim.

Jangan lupa surat keterangan layak terbang

Ini adalah koentji bu ibu. Jika kehamilanmu sudah masuk trimester kedua apalagi sudah 5 bulan ke atas biasanya sudah nampak. Staf maskapai di counter check in biasanya jeli. Mereka akan menanyakan “ibu hamil? Ada surat layak terbang?”

Jangan sampai tiketmu hangus hanya karena ini ya.

Bawa obat-obatan di handbag/daypack

Obat-obatan untuk ibu hamil rasanya sudah tak terpisahkan. Vitamin, asam folat, anti kontraksi dll. Untuk anti kontraksi biasanya disarankan DSOG untuk diminum sebelum take off. DSOG saya biasanya berpesan 30 menit sebelum boarding. Jadi jangan dimasukan ke travelbag dalam bagasi. Pun saat jalan-jalan nanti makan-makan di luar tetep jangan lupa minum obatnya. Hehehe tambahan biasanya bawa cream analgesic, bumil biasanya cepet pegel di punggung pinggang, apalagi kalau tiba-tiba kram kaki. Maaakkk…

Bawa minum dan snack

Ibu hamil kalua sudah masuk trimester 2 dan selera makannya sudah kembali bawaannya biasa lapar. Bagi penumpang low cost carrier yang tidak disediakan makanan minuman di pesawat perlu bawa camilan dan minuman sendiri.

Apalagi kan mau minum obat, butuh air kan ya?

Pakai pakaian yang nyaman

Ibu hamil jangan deh gegayaan pake heels kalau traveling. Membahayakan. Pakai flat shoes atau sneaker saja ya bu di sesuaikan juga sama tempat tujuan tripnya, kalau ke pantai jangan pakai sneakers. SAYANG TAUK. Hahaa

Waktu saya ke Bali main ke Bali zoo dan Monkey Forest itu nyaman aja pakai sneakers padahal saat itu kaki udah mulai dut.

Bagi ibu-ibu yang suka pakai jeans untuk traveling atau legging pastikan itu jeans/jegging/legging khusus ibu hamil. Pakailah pakaian yang sesuai sama tempat kamu liburan. Jangan ke tempat panas pakainya jaket, duh ibu hamil ini kan cepet banget gerahnya.

Jangan sungkan untuk minta pertolongan

Ini pengalaman saya, waktu itu main ke mall, pisah suami sama anak ke tempat game. Saya dimana? Dimana lagi selain di tempat shopping. Hahahah

Impulsive untuk belanja ini sering bikin lupa diri, muter sana sini pilah pilih barang, nunduk rak bawah, jinjit liat rak atas… padahal beli juga mikir-mikir… dan terjadilah tiba-tiba badan serasa melayang, kepala memberat pandangan blur. Nyaris pingsan. Pelan pelan saya jalan menuju ke counter make up, SPG make up saat itu melihat saya langsung menyambut dan membimbing saya duduk di kursi rias mereka. Saya meminta tolong untuk istirahat disitu sejenak. Saya duduk mengatur napas. Minum.  kesadaran mulai membaik. Saya telpon suami. Batal lah belanjanya. Sepertinya memang disuruh hemat sama Allah.

Gunakan Pregnancy privilege

Ini yang saya suka nih. Mau duduk? ibu hamil punya kursi prioritas. Mau antri? ibu hamil punya jalur khusus. Mau jalan di kerumunan? Dikasih space dong ah.

Gunakan itu jangan memaksakan diri.

Selalu bawa buku kontrol kehamilan

Ini buat jaga-jaga ya bu ibu, kita sih mau yang aman selamat, tapi jika terjadi sesuatu dan saat itu kita di tempat asing serta tidak ada orang terdekat yang mengetahui pasti kondisi kita, catatan pemeriksaan, obat apa yang diminum, usia kandungan, kehamilan tunggal atau ganda, penyakit kronis penyerta dll bisa menjadi patokan untuk tatalaksana pertolongan kita.

You may also like

1 comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *