Kita dan Kehidupan Normal Baru Karena Corona

Tidak pernah menyangka tahun 2020 ini akan begitu menantang.

Sejak merebak kasusnya pertama kali di China lalu dalam waktu singkat menjangkiti hampir seluruh dunia, virus Corona type baru yang kemudian dinamakan Covid-19 ini menghancurkan banyak hal, kesehatan, ekonomi, Pendidikan, tatanan social bahkan Agama.

Baru baru ini WHO pun mengeluarkan peringatan bahwa  ada kemungkinan virus corona (Covid-19) tidak akan hilang, atau setidaknya bertahan dalam waktu yang lama.

Covid-19 mungkin tidak akan hilang tapi kehidupan tetap terus berjalan

Perlahan kita harus menyesuaikan diri dengan kehidupan baru dalam pandemi ini, berusaha tetap survive dengan mengikuti protokol kesehatan.

Pandemic ini menyadarkan kita banyak hal, kita yang harus berubah  menyesuaikan diri jika tidak ingin terjadi seleksi alam, kita atau penyakit yang menang.

Kita telah memasuki babak baru dalam kehidupan dunia.

New Normal.

Patuhi Protokol Kesehatan

Masker adalah salah satu hal wajib saat kita akan keluar rumah, seperti memakai helm saat naik motor. Percayalah, kewajiban masker ini membuat kita akan merasa parno ketika berada satu ruangan atau lokasi dengan orang lain yang tidak bermasker.

Perlengkapan cuci tangan/handsanitizer yang bermunculan Kantor, toko, kios, pasar, atm, . Beberapa dari kita memilih menggunakan sarung tangan latex saat akan berbelanja di pasar atau di mall

Cek suhu. Jangan tersinggung dengan jidat kita yang ditembak pakai thermos gun terus menerus tiap ingin masuk ke kantor, Gedung atau fasilitas tertentu. Demi kesehatan Bersama.

Tas kita akan berisi banyak hal, benda benda seperti masker, handsanitizer, sarung tangan, cairan desinfektan. Ini perlahan akanmenjadi kebiasaan kita. Yah, mungkin saat ini ada yang masih keras kepala, perlu ada petugas yang menegur baru sadar ada masker yang tidak kita pakai.

Menyambung hidup nyata di dunia maya

Arus kehidupan untuk saat ini mengalir deras di dunia maya, mulai dari sekolah online, meeting online, jual beli online, konser online, ibadah online, bahkan ada pelayanan kesehatan online, tour wisata online. Kebutuhan data internet meningkat tajam dari sebelum pandemi terjadi.

Di rumah saja

Bagi yang suka travelling momen ini adalah momen yang paling menyesakkan; diam di rumah, keluar hanya untuk keperluan essensial. Tidak ada jalan-jalan, berjubel di café, di pantai yang ramai, bandara, hotel, bioskop, semoga kita semua kuat dan menemukan hobi baru yang membuat kita tetap waras. Tapi tetap sedih sih bagi perantau seperti saya, ketika ingin pulang mengunjungi orang tua atau mertua harus melewati bandara dan penerbangan yang rentan.

Kehidupan Sosial tidak akan lagi sama.

Kita akan menjaga jarak dengan orang yang kita kenal, tidak ada lagi jabat tangan, pelukan atau cipika cipiki saat ketemu teman lama. Tidak ada pesta meriah tarian adat, seperti khas masyaraat di kampung halaman saya, Ende Flores, tarian Gawi-tari tradisional dengan saling bergandengan tangan dan membentuk lingkaran.

Reuni, kumpul-kumpul, nongkrong akan tiada, atau berkurang dengan tetap menjaga jarak. Ah, kita mungkin bercengkrama dari balik masker tetap berjauh berjauhan.

Ah, pokoknya kita semua harus tetap bisa bertahan, sehat fisik dan mental dalam kehidupan normal yang baru ini.

*masih sedih Lebaran tanpa mudik*

Hi,  New Normal!

You may also like

2 comments

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *