Sudah Selesai dengan Baju Lebaran

Hubungan saya dengan Baju Lebaran sudah selesai.

Melihat beberapa waktu lalu orang-orang nekat keluar rumah untuk berbelanja pakaian Lebaran di tengah pandemic Covid-19 bahkan di daerah dengan pembatasan skala besar pun. Pada mau dipakai kemana sih? orang lagi #dirumahsaja bahkan himbauan Sholat Ied saja di rumah masing-masing, kenapa dengar diskon langsung nekat banget gitu?!

Bukan hanya karena sekarang lagi pandemi lantas saya tidak belanja baju baru untuk Lebaran. Keinginan untuk tampil dengan baju baru saat Hari Raya belakangan ini saya tinggalkan.

Saat beranjak dewasa dan menjadi ibu akhirnya saya mengesampingkan hal-hal non esensial itu. Padahal sejak kecil Baju Baru di Hari Raya adalah wajib. Betapa geli mengingat dulu merayu Bapak membeli baju Lebaran, apalagi kalua puasa full.

Banyak hal yang membuat saya berpaling dari kebiasaan itu

Kebutuhan Esensial Hari Raya

Dulu zakat fitrah dkk tidak saya pikirkan, toh tanggungan orangtua. Lalu ketika berkeluarga sudah menjadi kewajiban untuk diberikan kepada yang berhak. Seiring bertambah anggota keluarga, bertambah perhitungan zakat fitrah.

Sisahkan rejeki untuk orangtua/sanak keluarga. Senangkan hati mereka walau kita tidak secara langsung hadir, minimal mereka bisa membeli sesuatu yang dapat menyenangkan hati mereka dan menjadi kenangan kehadiran kita. Jika bukan karena doa dan dukungan mereka, apakah kamu dapat menikmati berkah hidup?

Alokasi dana mudik/pulang kampung

Semenjak kerja di rantauan Labuan Bajo mudik ke Ende walau satu pulau, cuma 30 menit penerbangan juga butuh itungan biaya ticket, apalagi kebiasaan beli tiket mepet sama hari keberangkatan. Pun kalau mudik ke kampung suami di Ambon. Siap budget. T-T

Berharap pandemic ini bisa berlalu dan bisa mudik ketemu keluarga.

Pangan, Pangan, Pangan, Papan!

Duh, gimana ya, lebih aneh masuk ke rumah orang tidak ada makanan minuman saat hari Raya ketimbang melihat orang itu pakai baju lama. Orang lebih melihat rumah yang rapi ketimbang baju keluaran terbaru. Jadi sekarang memang fokusnya makanan. Walau sekarang lagi wabah tapi tetap buat kue kue, bagi-bagi untuk temannya anak di sekitar rumah. Just to make them happy walau Lebaran kali ini sepi 😀

Baju lama masih menawan

Rata-rata trend baju Lebaran sekarang ini dress, gamis, kaftan, tunik, or whatever you name it. Bagi saya yang keluyuran keluar rumah lebih pilih simple jeans, rok, culot, pallazo dengan atasan simpel yg friendly for bikers jenis pakaian gamis dsb ini hanya occasional, lebih banyak jadi pajangan di lemari ketimbang dipakai. eh tau-tau udah out of date, sudah tidak trend lagi, eh tau tau udah sesak. Saran saya jangan beli baju yang ikut trend biar long lasting. Etapi kembali ke kita sih, yang penting pede dan pintar mix match, voilaaa yang lama tetap menawan!

Tidak punya banyak waktu belanja

Sebagai pekerja yang biasanya biasanya dikasih cuti Bersama mepet-mepet menjelang hari Raya, saya tidak punya waktu untuk keliling dari toko ke toko mencari pakaian. Soalnya kalau belanja pakaian itu butuh waktu lama, dicoba dulu, dicek dulu bahan dan jahitannya. Beda sama belanja sayur, liat yang segar langsung angkut. Waktu mepet untuk mengurus yang lain, persiapan mudik, beberes rumah, bebikin kue dsb.

Trauma belanja online

Pernah belanja online di musim menjelang hari Raya yang berujung kecewa berat. Paketan datang lewat waktu, sampai Lebaran lewat 4 hari dan yang datang malah beda dari display.

Memang belanja online ini ibarat gambling. Saya sih tidak sarankan saat mepet waktu kalau ada niatan belanja baju Lebaran.

Selain permasalah di pengiriman yang overload (apalagi pengiriman ke Indonesia Timur!) dan salah orderan, buat saya sendiri ada isu ukuran badan. Hahaha. Kadang yang datang bisa sesak, kadang bisa longgar banget. Nyesel ujungnya. Jadi keinginan bebeli saat mepet hari raya biasanya ditahan-tahan kalau nanti ada waktu dan rejeki lapang bisa langsung belanja.

Pernah baca wawancara seorang ahli ekonomi, saat ditanya mengenai pentingkah membeli baju Lebaran di saat pandemi seperti ini beliau tidak mengatakan membeli baju Lebaran tidak penting, saat ini hal yang urgensinya sangat tinggi yakni kebutuhan pangan, kebersihan rumah, dan kesehatan.

PS: Mudahan 3 anak perempuan saya nanti tidak merajuk baju Lebaran seperti Mamanya dahulu. Amin.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *