Bersedihlah Secukupnya, Perantau!

Pandemi Covid-19 sudah memasuki umur 1 tahun lebih sekian bulan. Satu kali Lebaran tidak pulang.

Jangan ditanya perasaan hati. Saat sayup-sayup takbir memasuki gendang telinga dari Masjid di kejauhan ada rasa bergemuruh di dada, rasa rindu, rasa ingin pulang. Lebaran adalah waktu yang tepat untuk berkumpul Bersama keluarga besar.

Karena keputusan mudik dilarang akhirnya membulatkan hati untuk menerima kenyataan walau sedihnya memang tidak terelakan. Sambil meyakinkan hati “Tidak apa-apa, tahun depan kita Lebaran di rumah.”

Ternyata tahun ini kenyataan masih berkata lain. Memang kita manusia adalah perencana saja. Keputusan pengetatan mudik masih diberlakukan. Tahun ini harus Lebaran di perantauan lagi. Perasaan yang dirasa tahun lalu akan datang lagi.

Betapa hanya hanya perantau yang tahu perasaan-perasaan yang timbul menjelang Hari Raya dan tidak bisa berkumpul dengan keluarga.

Bagi saya yang sudah berkeluarga dan memboyong semua anak ikut bersama saya, perasaan ini mungkin sedikit bisa ditekan. Ya, karena masih ada sosok lincah riang yang menghibur saya dan suami, di kala perasaan rindu kampung halaman menyergap kami.

Tidak terbayangkan bagi orang lain yang hanya seorang diri di perantauan harus melalui malam Takbiran yang panjang dan Hari Raya yang syahdu di dalam kotak kos-kosan sendirian berbekal handphone untuk menyambung rindu.

Sedih kan?

Iyalah sedih.

Perantau janganlah bersedih, kita adalah orang-orang terpilih.

Perantau adalah orang-orang yang mandiri

Tujuh tahun berada jauh dari keluarga besar mengajarkan saya banyak hal, menjadi lebih mandiri, lebih berani.  Hal-hal yang dahulu saya anggap tidak bisa saya kerjakan, harus saya kerjakan sendiri. Tidak berharap keluarga besar yang selalu menjadi support system terpercaya. Ketika keluar dari zona nyaman, kita akan berusaha untuk survive dengan cara apapun.

Bahkan saya bekerja dengan target yang bisa dikatakan meluap-luap sambil mengurus 3 anak bersama suami tanpa bantuan keluarga. Mencoba segala tips trick untuk bisa berjalan di dua bagian itu. Kadang tidak percaya bisa sampai di level ‘You Never Know How Strong You Are Until Being Stronger is Your Only Choice.’

Perantau adalah orang yang menghargai kebersamaan

Secara tidak langsung dengan menjadi perantau kita akan lebih menghargai peristiwa. Sekecil dan sesingkat apapun itu. Kebersamaan dengan keluarga yang kita peroleh dengan mengorbankan uang beli tiketlah, pemeriksaan rapid-lah, waktu-waktu yang terbuang di ruang tunggu bandara, stasiun, di dalam bis.. kita akan menghargai itu semua. Sambutan keluarga saat kita buka pintu gerbang rumah. Orangtua yang meskipun renta tetap bersikukuh menjemput di bandara, tawa hangat menyambut anak cucu dengan rentangan seluas pelukan.

Sensasinya akan beda kalau kita tinggal di kampung sendiri, mungkin ada saat kita lelah dengan pekerjaan lalu ada undangan “ini apalagi sih, acara terus, kumpul keluarga. Mau istriahat capek.”

Perantau adalah orang-orang yang berkembang

Buat saya pribadi, kalau tidak merantau saya yakin tidak akan ada pengembangan diri. Passion lain yang bisa jadi terkubur karena ada di zona nyaman bakal terbuka saat di perantauan. Misalnya saya, di rumah saya sendiri saya tidak akan masak atau bikin kue, ketika merantau saya lalu rindu cita rasa masakan rumah. Dan yaa.. saya mencoba membuat sendiri dan akhirnya saya menemukan passion di culinary dan bakery. Pola pikir kita yang berada di tanah asing pun akan mengalami banyak perkembangan. Dari yang biasanya bekerja dengan anggapan akan dibantu oleh sanak family karib kerabat sampai bisa terjadi conflict of interest menjadi berusaha secara mandiri apapun sekuat tenaga dihadapi, dari menghadapi orang-orang sesuku serumpun yang sudah kita tahu karakternya menjadi berusaha mempelajari karakter orang di tempat baru beserta adat budayanya.

Tetap semangat perantau. Kita adalah orang-orang terpilih. Bersedihlah secukupnya. Kelak suatu saat kita akan pulang dan menetap dengan membawa semua rasa rindu serta pencapaian kita.

You may also like

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *